Menulis Aksara Jawa dan Cara Mempelajarinya

Panduan menulis aksara jawa ini mengajarkan cara menulis dari suku kata sampai kalimat. Materinya berisi 20 huruf dasar, sandhangan aksara jawa, pasangan aksara jawa, pangkon, latihan bertahap, dan jawaban. Semua contoh kata sudah diperiksa dengan konverter aksara Jawa di halaman utama.

Ingin langsung praktik?

Coba konverter aksara Jawa untuk mengubah tulisan Latin ke aksara Jawa dan sebaliknya, gratis tanpa daftar.

Buka Konverter Aksara Jawa

Jawaban cepat dan contoh lengkap

Menulis aksara jawa dimulai dari suku kata, bukan dari huruf Latin satu per satu. Pecah kata menjadi suku kata, tulis tiap suku kata dengan aksara dasarnya, lalu ubah vokal dengan sandhangan atau matikan konsonan dengan pasangan dan pangkon.

Alat di halaman utama hanya mengalihaksarakan tulisan, bukan menerjemahkan arti. Kata rumah tetap tertulis sebagai rumah dalam aksara Jawa, dan kata itu tidak berubah menjadi omah. Perbedaan ini penting karena pemula sering mengira konverter menerjemahkan bahasa. Menulis bahasa jawa dengan aksara Jawa adalah mengalihaksarakan bunyi, bukan menerjemahkan kata.

Penulisan modern di halaman ini memakai spasi antar kata supaya mudah dibaca. Penulisan tradisional tidak memakai spasi dan merangkai kata secara sambung. Kedua bentuk itu benar dalam konteksnya, dan perbedaan keduanya dijelaskan pada bagian pasangan di bawah.

Satu contoh lengkap. Kata sapi dipecah menjadi sa dan pi. Suku kata sa ditulis dengan aksara sa, sedangkan suku kata pi ditulis dengan aksara pa ditambah wulu. Gabungan keduanya menghasilkan tulisan sapi yang benar.

LangkahPenjelasanHasil
Pecah kataKata sapi punya dua suku katasa dan pi
Tulis saPakai aksara dasar saꦱ
Bentuk piAksara pa ditambah wuluꦥꦶ
GabungTulis sa diikuti piꦱꦥꦶ
Contoh langkah menulis aksara jawa pada kata sapi dari suku kata sampai hasil akhirsaꦱpiꦥꦶtambahsapiꦱꦥꦶ

Pecah kata menjadi suku kata, tulis tiap suku kata, lalu gabungkan hasilnya.

Setiap contoh dalam panduan menulis aksara jawa ini memakai pola yang sama. Polanya selalu Latin lalu suku kata lalu aksara dan sandhangan atau pasangan lalu hasil akhir. Pola ini melatih kemandirian karena pembaca belajar cara membentuk kata, bukan hanya menyalin hasil jadi.

Menulis aksara jawa dengan pola ini membuat tiap kata mudah diperiksa. Pola ini dipakai di semua tingkat menulis aksara jawa pada halaman ini.

20 huruf dasar Hanacaraka

Langkah pertama dalam menulis aksara jawa adalah mengenal 20 aksara dasar yang disebut Hanacaraka. Urutannya adalah Ha Na Ca Ra Ka lalu Da Ta Sa Wa La lalu Pa Dha Ja Ya Nya lalu Ma Ga Ba Tha Nga. Hafalkan urutan ini beserta bunyinya sebelum masuk ke sandhangan.

Setiap aksara dasar membawa vokal bawaan a. Aksara ka berbunyi ka, bukan sekadar k, dan aksara na berbunyi na, bukan sekadar n. Pemahaman ini adalah kunci seluruh panduan karena sandhangan dan pasangan bekerja dengan mengubah atau mematikan vokal bawaan itu.

Tabel menulis aksara jawa berikut memuat 20 aksara dasar beserta bunyinya. Klik glyph pada tabel untuk menyalin aksaranya. Tabel lengkap beserta pasangan dan sandhangan ada pada panduan aksara jawa lengkap.

LatinAksaraBunyi
haꦲha
naꦤna
caꦕca
raꦫra
kaꦏka
daꦢda
taꦠta
saꦱsa
waꦮwa
laꦭla
paꦥpa
dhaꦝdha
jaꦗja
yaꦪya
nyaꦚnya
maꦩma
gaꦒga
baꦧba
thaꦛtha
ngaꦔnga

Latihan awal yang paling ringan adalah menulis lima aksara pertama setiap hari. Setelah lima pertama kuat, lanjutkan ke lima berikutnya, dan begitu seterusnya sampai 20 aksara hafal.

Hafalan bentuk saja tidak cukup, jadi ucapkan bunyi tiap aksara saat menulisnya. Hafalan 20 aksara adalah modal pertama menulis aksara jawa dengan percaya diri.

Menulis dalam 5 langkah

Cara menulis aksara jawa yang aman adalah bertahap dari yang sederhana ke yang sulit. Urutan belajar di bawah disusun supaya tiap tahap membuka tahap berikutnya. Pasangan diletakkan sesudah pangkon karena pilihan antara pangkon dan pasangan adalah keputusan pertama yang dihadapi penulis.

  1. Kuasai aksara dasar. Hafalkan 20 aksara Hanacaraka beserta bunyi bawaannya. Tanpa tahap ini, sandhangan dan pasangan tidak punya tempat menempel.

  2. Pelajari sandhangan swara. Sandhangan swara mengubah vokal bawaan a menjadi i u e pepet dan o. Tahap ini memakai lima tanda yang dijelaskan pada bagian berikutnya.

  3. Pelajari panyigeg dan pangkon. Panyigeg menutup suku kata dengan bunyi r h dan ng, sedangkan pangkon mematikan aksara di akhir kata. Tahap ini mengajarkan konsonan mati yang paling sederhana.

  4. Pelajari pasangan. Pasangan mematikan vokal aksara sebelumnya dan menyambungkannya dengan suku kata berikutnya di tengah kata. Tahap ini memakai bentuk kecil yang menempel pada aksara sebelumnya.

  5. Kenal aksara jawa murda aksara swara dan rekan sebagai penanda khusus. Murda menandai nama yang dihormati, swara menulis vokal mandiri di awal kata, dan rekan menulis bunyi serapan. Ketiga kelompok ini dipelajari sebagai penanda khusus, bukan sebagai huruf dasar baru.

Rumus suku kata. Satu suku kata dibentuk dari aksara dasar ditambah sandhangan atau pasangan. Rumus ini berlaku untuk hampir semua kata dalam panduan menulis aksara jawa ini. Jika sebuah kata terasa sulit, kembalilah ke rumus ini dan pecah kata itu menjadi suku kata.

Menulis kata dengan sandhangan

Sandhangan adalah tanda yang mengubah bunyi vokal bawaan pada aksara dasar. Tanpa sandhangan, sebuah aksara selalu dibaca dengan vokal a. Dengan sandhangan, vokal itu berubah menjadi i u e pepet atau o sesuai tanda yang dipakai.

Tabel menulis aksara jawa berikut memakai aksara ka sebagai contoh karena bentuknya mudah dikenali. Wulu mengubah ka menjadi ki, suku mengubah ka menjadi ku, taling mengubah ka menjadi ké, pepet mengubah ka menjadi ke, dan taling tarung mengubah ka menjadi ko.

SandhanganBunyiLetakContoh pada ka
WuluiDi atas aksaraꦏꦶ
SukuuDi bawah aksaraꦏꦸ
TalingéDi depan aksaraꦏꦺ
PepeteDi atas aksaraꦏꦼ
Taling tarungoMengapit aksaraꦏꦺꦴ

Contoh kata berikut sudah diperiksa dengan konverter di halaman utama. Kata siji memakai wulu dua kali, kata buku memakai suku dua kali, kata lele memakai taling dua kali, kata sega memakai pepet, dan kata loro memakai taling tarung.

LatinSuku kataSandhangan yang dipakaiHasil
sijisi dan jiWulu pada si dan jiꦱꦶꦗꦶ
bukubu dan kuSuku pada bu dan kuꦧꦸꦏꦸ
lelele dan leTaling pada le dan leꦭꦺꦭꦺ
segase dan gaPepet pada seꦱꦼꦒ
lorolo dan roTaling tarung pada lo dan roꦭꦺꦴꦫꦺꦴ

Kesalahan pemula yang paling sering muncul adalah menulis semua kata hanya dengan aksara dasar. Akibatnya bunyi kata berubah total karena vokal yang seharusnya berubah tetap terbaca sebagai a. Periksa tiap suku kata dan tanyakan vokalnya sebelum menulis aksara berikutnya. Kebiasaan memeriksa vokal ini adalah dasar menulis aksara jawa yang benar.

Perbedaan pepet dan taling layak mendapat perhatian khusus. Kata sega memakai pepet sedangkan kata lele memakai taling, padahal keduanya ditulis dengan huruf e dalam Latin. Konverter di halaman utama biasanya memberi taling untuk huruf e biasa, tetapi kata sega sudah dikenali sebagai pepet.

Jika sebuah kata masih salah bunyi e nya, ketik ê atau pakai mode aksen pada konverter. Perlu dicatat bahwa konverter lain bisa memakai aturan berbeda, misalnya ada konverter yang memberi pepet untuk huruf e biasa.

Perbedaan aturan antar konverter ini wajar, jadi selalu periksa bunyi hasilnya. Perbedaan ini adalah bagian dari menulis aksara jawa yang perlu dipahami sejak awal.

Latihan tahap sandhangan. Tuliskan kata siji dan kata buku dalam aksara Jawa, lalu periksa jawaban di bawah.

Lihat jawaban dan penjelasan

Kata siji ditulis ꦱꦶꦗꦶ karena si memakai sa ditambah wulu dan ji memakai ja ditambah wulu. Kata buku ditulis ꦧꦸꦏꦸ karena bu memakai ba ditambah suku dan ku memakai ka ditambah suku.

Panyigeg dan pangkon

Panyigeg adalah sandhangan penutup suku kata yang memberi bunyi mati r h dan ng. Layar memberi bunyi r mati, wignyan memberi bunyi h mati, dan cecak memberi bunyi ng mati. Ketiga tanda ini menutup suku kata tanpa memakai aksara tambahan.

Pangkon adalah tanda pemati yang dipakai di akhir kata. Pangkon mematikan vokal aksara terakhir supaya aksara itu dibaca sebagai konsonan mati. Kata bapak memakai pangkon pada ka terakhir, dan kata mangan memakai pangkon pada na terakhir. Tabel menulis aksara jawa berikut merangkum tanda penutup suku kata.

TandaBunyi matiContoh kataHasil
Layarrkarsaꦏꦂꦱ
Pangkonakhir katabapakꦧꦥꦏ꧀
Pangkonakhir katamanganꦩꦔꦤ꧀

Kata karsa menunjukkan cara kerja layar dengan jelas. Suku kata kar ditulis dengan ka ditambah layar, lalu suku kata sa ditulis biasa. Tanpa layar, kata itu akan terbaca karasa karena ka tetap membawa vokal a. Dua tanda ini adalah gerbang menuju menulis aksara jawa tingkat pasangan.

Keputusan pangkon atau pasangan. Jika konsonan mati berada di akhir kata, pakai pangkon. Jika konsonan mati berada di tengah kata dan diikuti suku kata berikutnya, pakai pasangan. Keputusan ini adalah kunci tahap berikutnya dalam panduan menulis aksara jawa ini.

Latihan tahap panyigeg dan pangkon. Tuliskan kata bapak dan kata karsa dalam aksara Jawa, lalu periksa jawaban di bawah.

Lihat jawaban dan penjelasan

Kata bapak ditulis ꦧꦥꦏ꧀ karena ba dan pa ditulis biasa lalu ka terakhir dimatikan dengan pangkon. Kata karsa ditulis ꦏꦂꦱ karena ka ditambah layar menjadi kar lalu sa ditulis biasa.

Konsonan mati dengan pasangan

Pasangan adalah bentuk kecil dari sebuah aksara yang dipakai untuk konsonan mati di tengah kata. Pasangan mematikan vokal aksara sebelumnya dan menyambungkannya dengan suku kata berikutnya. Pasangan tidak pernah dipakai di awal kata karena tidak ada aksara sebelumnya yang perlu dimatikan.

Letak pasangan terbagi menjadi tiga kelompok yang mudah dihafal. Sebagian besar pasangan ditulis di bawah aksara yang dimatikan, pasangan Ha Sa Pa dan Nya ditulis sejajar di sisi kanan, dan pasangan Na dan Wa ditulis menggantung. Pembahasan lengkap tiap bentuk pasangan ada pada panduan pasangan aksara jawa.

Contoh menulis aksara jawa dengan kata anak sapi menunjukkan perbedaan bentuk spasi dan bentuk sambung dengan sangat jelas. Dalam bentuk spasi modern, kata anak ditulis terpisah dan ka terakhir dimatikan dengan pangkon. Dalam bentuk sambung tradisional, kata anak sapi ditulis tanpa spasi dan ka dimatikan dengan pasangan sa di bawahnya.

BentukLatinHasilPenjelasan
Spasi modernanak sapiꦲꦤꦏ꧀ ꦱꦥꦶKa akhir dimatikan pangkon
Sambung tradisionalanaksapiꦲꦤꦏ꧀ꦱꦥꦶKa dimatikan pasangan sa

Contoh mangan sega memberi pelajaran tambahan tentang bunyi e. Dalam bentuk spasi modern, hasilnya memakai pepet pada sega. Dalam bentuk sambung, e pada sega tampil sebagai taling. Perbedaan ini berasal dari cara konverter membaca rangkaian huruf, jadi selalu periksa bunyi hasil konverter.

BentukLatinHasil
Spasi modernmangan segaꦩꦔꦤ꧀ ꦱꦼꦒ
Sambung tradisionalmangansegaꦩꦔꦤ꧀ꦱꦺꦒ

Aturan praktis menulis aksara jawa ini sederhana dan layak dihafal. Pasangan tidak pernah melintasi batas kata dalam penulisan spasi modern. Jika dua kata ditulis terpisah, kata pertama yang berakhir konsonan mati memakai pangkon, bukan pasangan.

Latihan tahap pasangan. Tuliskan anak sapi dalam bentuk spasi modern dan dalam bentuk sambung, lalu periksa jawaban di bawah.

Lihat jawaban dan penjelasan

Bentuk spasi modern ditulis ꦲꦤꦏ꧀ ꦱꦥꦶ karena ka akhir kata anak dimatikan dengan pangkon. Bentuk sambung ditulis ꦲꦤꦏ꧀ꦱꦥꦶ karena ka dimatikan dengan pasangan sa yang ditulis di bawah ka.

Murda swara dan rekan

Tiga kelompok penanda khusus melengkapi huruf dasar dalam menulis aksara jawa. Murda menandai nama yang dihormati, swara menulis vokal mandiri di awal kata, dan rekan menulis bunyi serapan dari bahasa asing. Ketiga kelompok ini tidak mengubah cara kerja aksara dasar, jadi pelajari ketiganya sesudah lima langkah di atas kuat.

Aksara murda hanya tersedia untuk delapan huruf, yaitu Na Ka Ta Sa Pa Ga Ba dan Nya. Bentuk murda dipakai untuk nama orang gelar tempat lembaga dan istilah agung, bukan untuk setiap awal kalimat. Pembahasan lengkap tentang bentuk dan aturan murda ada pada panduan aksara jawa murda.

Aksara swara dipakai untuk vokal yang berdiri sendiri di awal kata, misalnya pada kata yang berawalan vokal. Aksara rekan dipakai untuk bunyi serapan seperti f kh dz gh dan z yang tidak ada dalam bunyi Jawa asli.

Kedua kelompok ini cukup dikenal dulu, dan detail tiap bentuknya dipelajari saat bertemu kata yang membutuhkannya. Pelajari ketiganya setelah menulis aksara jawa dasar dikuasai.

Menulis nama dan gelar

Menulis aksara jawa untuk nama dan gelar memakai satu prinsip yang bernama prinsip fonetik. Prinsip ini berarti tulis sesuai bunyi yang diucapkan, bukan sesuai huruf Latinnya. Gelar akademik adalah contoh terbaik karena huruf Latinnya tidak dibaca sebagai kata biasa.

Gelar S.Pd dibaca Es Pe Dhe, sehingga ditulis sesuai bunyi itu. Suku kata Es ditulis dengan Ha ditambah taling lalu Sa ditambah pangkon.

Suku kata Pe ditulis dengan Pa ditambah taling, dan suku kata Dhe ditulis dengan Dha ditambah taling. Contoh ini disusun dari kaidah bunyi, bukan dari keluaran konverter mentah.

Suku kata bunyiPembentukanHasil
EsHa ditambah taling lalu Sa ditambah pangkonꦲꦺꦱ꧀
PePa ditambah talingꦥꦺ
DheDha ditambah talingꦝꦺ
Es Pe DheGabungan tiga suku kata bunyiꦲꦺꦱ꧀ ꦥꦺ ꦝꦺ

Perlu dicatat bahwa konverter di halaman utama membaca kata pe biasa sebagai pepet. Jika mengetik pe biasa, hasilnya adalah pa ditambah pepet. Untuk nama huruf Pe, ketik pé dengan e aksen supaya hasilnya pa ditambah taling. Perbedaan kecil ini menunjukkan mengapa hasil konverter selalu layak diperiksa.

Nama tempat dan nama orang yang dihormati memakai murda jika hurufnya tersedia. Surabaya ditulis dengan Sa murda, Bima ditulis dengan Ba murda, dan Kartini ditulis dengan Ka murda. Ketiga contoh ini sudah diperiksa dengan pilihan murda pada konverter.

NamaHuruf yang berubahHasil dengan murda
SurabayaSa awal menjadi Sa murdaꦯꦸꦫꦧꦪ
BimaBa awal menjadi Ba murdaꦨꦶꦩ
KartiniKa awal menjadi Ka murdaꦑꦂꦠꦶꦤꦶ

Nama Jaka adalah pengecualian yang layak diingat. Konverter memberi hasil tanpa murda karena murda Jaka jatuh pada suku kata kedua, sedangkan konverter hanya mengubah suku kata pertama tiap kata.

Bentuk pedoman untuk Jaka ditulis manual dengan Ka murda pada suku kata kedua. Kasus ini membuktikan bahwa konverter adalah alat bantu, bukan penentu akhir.

Prinsip ini adalah dasar penulisan bahasa jawa yang benar untuk nama dan gelar. Prinsip fonetik ini adalah kunci menulis aksara jawa untuk nama dan gelar.

Contoh dari mudah sampai sulit

Contoh menulis aksara jawa di bawah disusun bertahap dari kata dua suku kata sampai kalimat pendek. Rumus aksara jawa dari bagian lima langkah dipakai lagi di sini, yaitu pecah kata menjadi suku kata lalu bentuk tiap suku kata.

Setiap tingkat memakai pola Latin lalu suku kata lalu langkah pembentukan lalu hasil akhir.

Cara nulis aksara jawa tingkat demi tingkat membuat beban belajar terasa ringan. Contoh penulisan aksara jawa ini memakai kata yang sudah dikenal dari tahap sebelumnya.

Tingkat 1 kata dua suku kata

Tingkat pertama dalam menulis aksara jawa hanya memakai aksara dasar tanpa sandhangan dan tanpa pasangan. Kata jawa rasa lara nala dan mara semuanya ditulis dengan dua aksara dasar yang dibaca dengan vokal a. Tingkat ini melatih pengenalan bentuk dasar sebelum masuk ke tanda pengubah bunyi.

LatinSuku kataLangkah pembentukanHasil
jawaja dan waJa diikuti waꦗꦮ
rasara dan saRa diikuti saꦫꦱ
larala dan raLa diikuti raꦭꦫ
nalana dan laNa diikuti laꦤꦭ
marama dan raMa diikuti raꦩꦫ

Tingkat 2 perubahan vokal

Tingkat kedua dalam menulis aksara jawa menambah sandhangan pengubah vokal pada kata sederhana. Kata siji dan buku melatih wulu dan suku, kata lele melatih taling, kata sega melatih pepet, dan kata loro melatih taling tarung. Semua kata pada tingkat ini sudah diperiksa dengan konverter.

LatinSuku kataLangkah pembentukanHasil
sijisi dan jiSa ditambah wulu lalu ja ditambah wuluꦱꦶꦗꦶ
bukubu dan kuBa ditambah suku lalu ka ditambah sukuꦧꦸꦏꦸ
lelele dan leLa ditambah taling dua kaliꦭꦺꦭꦺ
segase dan gaSa ditambah pepet lalu gaꦱꦼꦒ
lorolo dan roLa ditambah taling tarung lalu ra ditambah taling tarungꦭꦺꦴꦫꦺꦴ

Tingkat 3 konsonan akhir

Tingkat ketiga dalam menulis aksara jawa menambah konsonan mati di akhir kata yang ditulis dengan pangkon atau layar. Kata bapak dan mangan memakai pangkon pada aksara terakhir, sedangkan kata karsa memakai layar pada ka. Tingkat ini melatih keputusan paling dasar tentang konsonan mati.

LatinSuku kataLangkah pembentukanHasil
bapakba pakBa lalu pa lalu ka ditambah pangkonꦧꦥꦏ꧀
manganma nganMa lalu nga lalu na ditambah pangkonꦩꦔꦤ꧀
karsakar saKa ditambah layar lalu saꦏꦂꦱ

Tingkat 4 pasangan

Tingkat keempat dalam menulis aksara jawa memakai pasangan untuk konsonan mati di tengah kata. Kata sastra menunjukkan pasangan ta dengan cakra, sedangkan anak sapi menunjukkan perbedaan bentuk spasi dan bentuk sambung. Tingkat ini adalah tingkat tersulit sebelum kalimat, jadi latihlah dengan sabar.

LatinSuku kataLangkah pembentukanHasil
sastrasa straSa lalu sa ditambah pasangan ta dan cakraꦱꦱ꧀ꦠꦿ
anak sapi spasianak dan sapiKa akhir dimatikan pangkonꦲꦤꦏ꧀ ꦱꦥꦶ
anaksapi sambunganak dan sapiKa dimatikan pasangan saꦲꦤꦏ꧀ꦱꦥꦶ

Tingkat 5 kalimat pendek

Tingkat kelima dalam menulis aksara jawa merangkai kata menjadi kalimat pendek dengan spasi modern. Kalimat ibu tuku buku memakai tiga kata yang sudah dikenal dari tingkat sebelumnya. Kata ibu memakai wulu dan suku, kata tuku memakai suku dua kali, dan kata buku memakai suku dua kali.

LatinKataHasil
ibu tuku bukuibu lalu tuku lalu bukuꦲꦶꦧꦸ ꦠꦸꦏꦸ ꦧꦸꦏꦸ

Setelah lima tingkat ini selesai, pembaca bisa menulis kalimat sendiri dari kata sehari hari. Tulis kalimat itu dulu dengan pensil, lalu periksa dengan konverter di halaman utama.

Cara belajar aksara jawa yang paling cepat adalah menulis sedikit setiap hari, bukan menghafal banyak sekaligus. Latihan menulis aksara jawa sedikit setiap hari lebih kuat daripada hafalan panjang.

Menulis dengan tangan

Menulis aksara jawa dengan tangan memakai aturan bentuk yang disebut kaidah menggantung. Aturan ini berisi tujuh hal yang disepakati dari bahan ajar sekolah dan tulisan guru.

Tujuh aturan itu adalah menulis menggantung di bawah garis, miring ke kanan, dimulai dari bagian bawah, memakai tebal tipis, ditulis dari kiri, ditulis rapi, dan tanpa spasi dalam bentuk tradisional.

Perlu dicatat bahwa pengajaran modern di sebagian sekolah menulis aksara di atas garis. Perbedaan ini wajar karena bentuk asli menggantung sedangkan pengajaran modern menyesuaikan buku tulis bergaris. Peganglah bentuk menggantung untuk tulisan tradisional, dan ikuti buku ajar yang dipakai di kelas untuk tugas sekolah.

Perlengkapan latihan yang disarankan adalah buku tulis garis tiga dan pensil HB atau 2B. Buku garis tiga memberi ruang untuk lekuk aksara dan pasangannya, sedangkan pensil lunak memudahkan perbaikan. Jangan menekan pensil terlalu keras supaya kesalahan mudah dihapus.

Lembar latihan menulis aksara jawa di bawah memuat 20 aksara dasar dengan kolom kosong untuk latihan tangan. Cetak lembar ini lalu tulis tiap aksara berulang di kolom kosong. Urutan goresan bisa berbeda antar guru, jadi ikuti urutan goresan dari guru atau buku ajar yang dipakai.

AksaraLatinKolom latihanAksaraLatinKolom latihan
ꦲhaꦥpa
ꦤnaꦝdha
ꦕcaꦗja
ꦫraꦪya
ꦏkaꦚnya
ꦢdaꦩma
ꦠtaꦒga
ꦱsaꦧba
ꦮwaꦛtha
ꦭlaꦔnga

Latihan tahap menulis tangan. Tulis kata jawa dengan tangan mengikuti kaidah menggantung, lalu periksa ciri tulisannya di bawah.

Lihat jawaban dan penjelasan

Tulisan tangan yang benar menggantung di bawah garis dan miring ke kanan. Aksara ja dan wa ditulis dari bagian bawah dengan tebal tipis yang jelas, dan keduanya ditulis dari kiri ke kanan tanpa spasi dalam bentuk tradisional.

Lembar ini adalah bekal menulis aksara jawa dengan tangan yang rapi.

Menulis di HP

Cara menulis aksara jawa di HP memakai dua jalan, yaitu mengetik manual dengan papan ketik dan memakai konverter lewat peramban. Jalan pertama cocok untuk yang sudah hafal aksara, sedangkan jalan kedua cocok untuk yang belum hafal.

Kedua jalan itu sah dan bisa dipakai bergantian. Banyak orang menyebut kegiatan ini nulis jawa, ada pula yang menyebut aksara jawa nulis.

Mengetik manual memakai papan ketik Gboard dengan lima langkah yang disepakati dari berbagai panduan.

Pasang Gboard lalu jadikan papan ketik utama, tambah papan ketik bahasa Jawa, tekan spasi agak lama untuk beralih ke aksara Jawa, lalu ketik seperti biasa. Tombol sandhangan dan pasangan pada tiap papan ketik bisa berbeda letaknya, jadi luangkan waktu untuk mengenal tata letaknya.

Cara menulis aksara jawa di HP tanpa aplikasi dimulai dari peramban. Buka konverter di halaman utama lewat peramban HP, ketik tulisan Latin, lalu salin hasilnya ke aplikasi lain. Hasilnya bisa ditempel ke pesan atau dokumen. Tulis jawa lewat konverter dimulai dari mengetik Latin biasa.

Aplikasi khusus juga tersedia bagi yang menginginkan latihan terstruktur. Aplikasi belajar aksara Jawa umumnya menawarkan latihan menulis, kuis, dan kamus dalam satu tempat. Pilih aplikasi dari pengembang yang jelas dan periksa ulasannya sebelum memasang.

Jika hasil di HP tampak bertumpuk terpisah atau menjadi kotak kosong, penyebabnya biasanya font perangkat. Aksara Jawa membutuhkan dukungan font aksara Jawa yang baik supaya sandhangan pangkon dan pasangan tampil rapi. Coba peramban lain atau perangkat lain sebelum menyimpulkan tulisannya salah.

Menulis di Word dan komputer

Menulis aksara jawa di Word memakai papan ketik bahasa Jawa pada sistem operasi. Buka pengaturan lalu tambah bahasa Jawa sebagai bahasa masukan, kemudian beralih antar papan ketik dengan tombol Windows ditambah spasi. Cara ini berlaku untuk Word dan aplikasi dokumen lain pada komputer yang sama.

Font aksara Jawa harus terpasang supaya hasil ketikan tampil benar. Font yang sering dipakai adalah Yogyakarta Pakualaman dan Surakarta dari proyek aksara Jawa. Pasang font itu dulu, lalu pilih font tersebut pada dokumen sebelum mengetik.

Font Hancaraka memakai pemetaan tombol Latin yang perlu dihafal. Tombol a menulis ha, tombol n menulis na, tombol k menulis ka, tombol f menulis da, tombol q menulis tha, dan tombol z menulis nga. Pasangan ditulis dengan tombol huruf besar yang sepadan, misalnya tombol H menulis pasangan ha.

Google Docs bisa dipakai dengan cara yang sama setelah font aksara Jawa terpasang. Keuntungan menulis di komputer adalah dokumen mudah disimpan dan dicetak untuk tugas sekolah. Kekurangannya adalah pengaturan awal yang lebih panjang dibanding memakai konverter. Pengaturan awal ini sekali saja, setelah itu menulis aksara jawa di Word menjadi rutin.

Mengecek jawaban dengan konverter

Konverter di halaman utama paling tepat dipakai sebagai alat pengecek jawaban latihan menulis aksara jawa. Tulis kata dulu dengan pemahaman sendiri, lalu bandingkan dengan hasil konverter. Jika hasilnya berbeda, periksa suku kata dan sandhangan satu per satu sampai ketemu sumber bedanya.

Batas kejujuran konverter. Konverter tidak menghasilkan keret dan tidak menghasilkan pa cerek dan nga lelet. Huruf e biasa biasanya dibaca sebagai taling, kecuali kata yang sudah dikenali seperti sega. Murda hanya diubah pada suku kata pertama tiap kata, sehingga murda di tengah kata seperti pada Jaka harus ditulis manual.

Nama orang kata serapan dan kalimat panjang adalah tiga kelompok yang paling sering memerlukan penyesuaian manual. Nama orang punya pelafalan khusus, kata serapan punya bunyi asing, dan kalimat panjang punya banyak keputusan pasangan dan pangkon. Untuk ketiga kelompok itu, bandingkan hasil konverter dengan buku ajar atau guru.

Perbedaan antar konverter juga layak dipahami. Konverter di halaman utama memberi taling untuk huruf e biasa, sedangkan sebagian konverter lain memberi pepet untuk huruf e biasa. Perbedaan ini bukan kesalahan salah satu pihak, melainkan perbedaan aturan bawaan. Pegang satu konverter sebagai rujukan utama supaya tidak bingung.

Siap mengecek jawaban?

Buka konverter aksara Jawa untuk latihan menulis aksara jawa dan ketik kata latihan dari halaman ini, lalu bandingkan hasilnya dengan jawaban yang tertulis.

Buka Konverter Aksara Jawa

Kesalahan yang sering terjadi

Cara menulis aksara jawa yang benar paling cepat dikuasai lewat kesalahan yang dipahami, bukan dihafal larangannya. Tabel berikut menampilkan bentuk salah lalu bentuk benar lalu penjelasan singkat.

Setiap baris memakai contoh yang sudah diverifikasi dari konverter atau dari sumber yang dikutip. Penulisan aksara jawa yang benar memerlukan pemahaman, bukan hafalan larangan.

Bentuk salahBentuk benarPenjelasan
ꦱꦥ꧀ꦱꦥKata sapa tidak memakai pangkon akhir karena suku kata terakhirnya terbuka. Bentuk salah dibaca sap, bukan sapa.
Pa ditambah pangkon disebut pasanganPasangan adalah bentuk kecil di bawah aksara sebelumnyaPasangan pa yang benar tampak pada bentuk sambung anaksapi, bukan pada pa ditambah pangkon.
ᬩᬲꦧꦱGlyph kiri berasal dari blok aksara Bali, bukan aksara Jawa. Selalu periksa blok Unicode contoh yang disalin dari internet.
ꦲꦤꦏ꧀ꦱꦥꦶꦲꦤꦏ꧀ ꦱꦥꦶDalam bentuk spasi modern, pasangan tidak melintasi batas kata. Kata anak yang berdiri sendiri memakai pangkon.
Murda di awal setiap kalimatMurda hanya untuk nama yang dihormatiMurda hanya tersedia untuk delapan huruf dan tidak dipakai otomatis di awal kalimat. Awal kalimat biasa memakai aksara biasa.
Pepet tertukar talingSega memakai pepet dan lele memakai talingPeriksa bunyi e pada tiap kata. Jika bunyinya masih salah, ketik ê atau pakai mode aksen pada konverter.
Pangkon di tengah kataTengah kata memakai pasanganKata bapak memakai pangkon karena ka berada di akhir kata, sedangkan anaksapi memakai pasangan karena ka berada di tengah rangkaian.
Hitungan 20 hingga 33 aksara dasar20 nglegena ditambah kelompok terpisahJumlah yang bersih adalah 20 aksara dasar ditambah murda swara dan rekan sebagai kelompok terpisah, bukan rentang yang kabur.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menyamakan alih aksara dengan terjemahan. Konverter mengubah huruf, bukan arti, sehingga kata rumah tidak berubah menjadi omah. Kesalahan ini tampak sepele, tetapi merusak pemahaman dasar tentang apa yang sedang ditulis.

Kesalahan terakhir adalah terlalu percaya hasil otomatis tanpa memeriksa konteks kata. Nama orang kata serapan dan kalimat panjang selalu layak diperiksa ulang. Kebiasaan memeriksa ulang inilah yang membedakan pembaca yang menyalin dari pembaca yang memahami. Kebiasaan ini adalah bagian dari menulis aksara jawa yang baik.

Latihan beserta jawabannya

Latihan menulis aksara jawa di bawah memakai lima soal yang mencakup semua tahap dalam panduan ini. Tulisen nganggo aksara jawa lima tembung ing ngisor iki, banjur priksanen jawabe. Tuliskan aksara jawa untuk tiap soal, lalu buka jawabannya.

Nulisa aksara jawa kanthi alon alon, banjur priksanen. Tulisen aksara jawa tembung tembung iki nganggo pensil. Setiap jawaban disertai penjelasan supaya pembaca memahami jalannya, bukan hanya hasil akhirnya.

  1. Tuliskan kata jawa.

    Lihat jawaban

    Kata jawa ditulis ꦗꦮ karena ja dan wa keduanya aksara dasar tanpa sandhangan.

  2. Tuliskan kata siji.

    Lihat jawaban

    Kata siji ditulis ꦱꦶꦗꦶ karena si memakai sa ditambah wulu dan ji memakai ja ditambah wulu.

  3. Tuliskan kata bapak.

    Lihat jawaban

    Kata bapak ditulis ꦧꦥꦏ꧀ karena ba dan pa ditulis biasa lalu ka terakhir dimatikan dengan pangkon, bukan pasangan.

  4. Tuliskan nama Surabaya dengan murda.

    Lihat jawaban

    Nama Surabaya ditulis ꦯꦸꦫꦧꦪ dengan Sa murda di awal kata karena Surabaya adalah nama tempat yang dihormati.

  5. Benarkah anak sapi bentuk sambung memakai pasangan?

    Lihat jawaban

    Benar dalam bentuk sambung. Bentuk sambung ditulis ꦲꦤꦏ꧀ꦱꦥꦶ dengan pasangan sa di bawah ka, sedangkan bentuk spasi modern ditulis ꦲꦤꦏ꧀ ꦱꦥꦶ dengan pangkon pada ka.

Sinau aksara jawa luwih gampang yen saben dina nulis sedhela. Latihan aksara jawa ini bisa diulang dengan kata baru setiap hari, misalnya nama sendiri lalu nama benda di sekitar rumah. Kebiasaan kecil yang rutin lebih kuat daripada hafalan panjang yang cepat hilang.

FAQ

Pertanyaan yang sering diajukan tentang menulis aksara jawa dirangkum di bawah untuk pembaca yang baru mulai menulis aksara jawa. Jawaban di bawah sama persis dengan data terstruktur pada halaman ini.

Bagaimana cara menulis aksara jawa untuk pemula?

Mulailah dengan menghafal 20 aksara dasar Hanacaraka dan bunyi bawaannya. Setelah itu, pelajari sandhangan pengubah vokal, lalu pasangan untuk konsonan mati di tengah kata.

Apa langkah pertama menulis aksara jawa?

Kenali aksara dasar dan bunyi bawaannya, misalnya ka berbunyi ka bukan k. Pemahaman ini membuat sandhangan dan pasangan mudah dipahami.

Apa fungsi sandhangan?

Sandhangan mengubah vokal yang melekat pada aksara dasar. Tanpa sandhangan, sebuah aksara dibaca dengan vokal a. Dengan wulu, suku, taling, pepet, atau taling tarung, vokal itu berubah menjadi i, u, e, pepet, atau o.

Apa fungsi pasangan?

Pasangan mematikan vokal a pada suku kata sebelumnya supaya konsonan itu menyambung dengan suku kata berikutnya. Pasangan hanya dipakai di tengah kata, tidak pernah di awal kata.

Bisakah belajar dengan konverter online?

Bisa. Pakai konverter sebagai alat pengecek jawaban latihan, bukan sebagai jawaban akhir. Nama orang, kata serapan, dan kalimat panjang kadang perlu penyesuaian manual.

Kenapa hasil aksara jawa berbeda di HP?

Tampilan aksara Jawa bergantung pada font dan perender perangkat. Jika glyph tampak bertumpuk, terpisah, atau menjadi kotak kosong, penyebabnya biasanya font perangkat, bukan kesalahan transliterasi.

Bagaimana cara menulis nama sendiri?

Pecah nama menjadi suku kata, terapkan sandhangan dan pasangan, dan pakai murda jika nama itu termasuk nama yang dihormati dan hurufnya punya bentuk murda. Nama yang tidak memenuhi syarat ditulis tanpa murda.

Kapan memakai sandhangan dan kapan memakai pasangan?

Pakai sandhangan saat vokal suku kata berubah dari a menjadi i, u, e, pepet, atau o. Pakai pasangan saat konsonan mati berada di tengah kata, dan pakai pangkon saat konsonan mati berada di akhir kata.

Penutup

Menulis aksara jawa adalah keterampilan yang dibangun lewat suku kata, bukan lewat hafalan bentuk semata. Kuasai 20 aksara dasar dan bunyi bawaannya, lalu tambah sandhangan panyigeg pangkon dan pasangan satu per satu.

Setelah itu, kalimat pendek menjadi mudah karena tiap kata hanya rangkaian keputusan kecil yang sudah dikenal. Belajar menulis aksara jawa tidak harus selesai dalam satu hari.

Semua contoh kata pada halaman ini sudah diperiksa dengan konverter di halaman utama, dan penjelasannya merujuk pada standar penulisan yang bernama Tata Tulis Aksara Jawa hasil Kongres Aksara Jawa.

Standar itu tersedia sebagai dokumen pedoman, dan aturan penulisan juga merujuk pada Wewaton Bab 3. Bentuk aksara memakai blok Unicode yang terdokumentasi pada bagan Unicode aksara Jawa.

Pedoman dari Universitas Gadjah Mada dan naskah Sriwedari 1926 dari situs sastra disebut sebagai rujukan teks karena alamat pastinya belum diverifikasi. Cara penulisan aksara jawa pada halaman ini mengikuti aturan penulisan aksara jawa dari standar tersebut, dan kaidah penulisan aksara jawa yang sama dipakai pada semua contoh.

Untuk gambaran menyeluruh tentang aksara dasar dan pasangannya, baca panduan aksara jawa lengkap. Untuk mencoba langsung, buka konverter aksara Jawa dan tulis kata pertama sendiri. Tulisen nganggo aksara jawa jenengmu dhewe, banjur priksanen asile nganggo konverter. Aksara jawa sinau saben dina ndadekake tulisanmu luwih rapi.