Aksara Jawa Murda dan Cara Penggunaannya

Aksara jawa murda adalah huruf khusus dalam tata tulis aksara Jawa yang berfungsi sebagai huruf kapital. Panduan ini berisi tabel 8 bentuk murda yang bisa disalin, penjelasan jumlah 7 dan 8 dan 9, aturan penulisan, cara memindai kata, tabel pasangan murda, contoh kata, dan kesalahan yang sering terjadi.

Ingin langsung praktik?

Coba konverter aksara Jawa untuk mengubah tulisan Latin ke aksara Jawa dan sebaliknya, gratis tanpa daftar.

Buka Konverter Aksara Jawa

Apa itu aksara jawa murda

Aksara jawa murda adalah jenis aksara dalam tata tulis aksara Jawa yang dipakai untuk menandai kata yang dihormati. Dalam bahasa Jawa, aksara murda disebut juga aksara sirah yang berarti kepala. Sebutan itu masuk akal karena bentuk murda dipakai untuk mengangkat sebuah kata, mirip seperti huruf besar mengangkat sebuah nama dalam tulisan Latin.

Pembahasan murda aksara jawa ini disusun dari pedoman tata tulis dan dari bentuk yang dipakai dalam pengajaran umum. Panduan ini membahas aksara jawa dan aksara murda sebagai satu kesatuan, mulai dari bentuknya sampai cara memakainya dalam kata. Dalam bahasa Jawa, topik ini disebut aksara jawa lan murda atau aksara jawa lan aksara murda.

Istilah murda aksara dipakai dalam beberapa sumber dengan arti yang sama. Bentuk ini juga ditulis aksara murdha dalam transliterasi Sanskerta karena bunyi dha pada kata murdha. Dalam bahasa Jawa, ungkapan yang sama berbunyi aksara murda uga diarani aksara sirah, yang artinya aksara murda juga disebut aksara kepala. Ing basa Jawa, aksara murda yaiku aksara sirah.

Satu kalimat kuncinya. Aksara jawa murda bukan huruf kapital untuk semua huruf. Hanya delapan huruf yang punya bentuk murda, dan bentuk itu hanya dipakai untuk nama gelar tempat lembaga dan istilah agung.

Tabel 8 aksara jawa murda

Tabel aksara jawa murda lengkap berikut memuat delapan bentuk murda beserta pasangan murdanya. Susunan tabel mengikuti urutan yang dipakai dalam pengajaran umum, yaitu Na Ka Ta Sa Pa Ga Ba dan Nya di akhir karena Nya sudah jarang dipakai. Klik glyph pada kolom murda atau pasangan murda untuk menyalin bentuknya.

Aksara dasarMurdaLatinUnicodePasangan murda
ꦤꦟNaU+A99F꧀ꦟ
ꦏꦑKaU+A991꧀ꦑ
ꦠꦡTaU+A9A1꧀ꦡ
ꦱꦯSaU+A9AF꧀ꦯ
ꦥꦦPaU+A9A6꧀ꦦ
ꦒꦓGaU+A993꧀ꦓ
ꦧꦨBaU+A9A8꧀ꦨ
ꦚꦘNyaU+A998꧀ꦘ

Setiap huruf murda aksara jawa dalam tabel di atas punya satu bentuk pasangan murda. Daftar aksara murda lengkap ini memuat 8 aksara murda yang bisa disalin glyph per glyph. Bentuk pasangan murda ditulis dengan pangkon diikuti aksara murda, dan peramban menampilkannya sebagai bentuk kecil menempel sesuai letaknya. Untuk gambaran menyeluruh tentang aksara dasar dan pasangannya, baca panduan aksara jawa lengkap.

Catatan tentang Nya. Nya murda ꦘ tetap diajarkan dalam daftar delapan bentuk, tetapi dalam pemakaian modern bentuk ini sudah jarang muncul. Jika sebuah sumber hanya menyebut tujuh bentuk, sumber itu memakai daftar pedoman yang tidak memasukkan Nya. Perbedaan ini dijelaskan pada bagian jumlah di bawah.

Berapa jumlah aksara murda

Pertanyaan tentang jumlah aksara jawa murda sering dijawab dengan tiga angka yang berbeda, yaitu tujuh delapan dan sembilan. Ketiga angka itu benar dalam konteksnya sendiri, sehingga kebingungan muncul bukan karena sumbernya salah, melainkan karena konteksnya tidak disebutkan.

Pedoman tata tulis yang dipakai dalam pengajaran resmi memakai tujuh bentuk, yaitu Na Ka Ta Sa Pa Ga dan Ba. Daftar delapan bentuk yang dipakai dalam pengajaran umum menambahkan Nya pada daftar pedoman itu. Angka sembilan muncul dari inventaris historis dan Unicode yang menambahkan Ca murda ꦖ U+A996 pada delapan bentuk tersebut.

Panduan aksara jawa murda ini memakai daftar delapan bentuk sebagai daftar utama karena daftar itulah yang diajarkan di sekolah dan dipakai dalam latihan umum. Daftar tujuh pedoman disebutkan setiap kali ada perbedaan, dan Ca murda hanya dicatat sebagai bentuk historis. Sebuah media belajar dari Universitas Negeri Yogyakarta juga memakai tujuh bentuk, sehingga daftar pedoman tujuh punya dukungan dari dunia akademik. Ing basa Jawa, pitakonan aksara murda cacahe ana pira asring dijawab kanthi angka pitu utawa wolu. Daftar aksara murda 7 menurut pedoman memuat Na Ka Ta Sa Pa Ga dan Ba.

Satu catatan sejarah singkat. Sebuah naskah lama yang bernama Wandaning Ringgit Wacucal hanya memuat enam bentuk, yaitu Na Ta Sa Pa Ga dan Ba, tanpa Ka dan tanpa Nya. Perbedaan antar naskah ini wajar karena tata tulis aksara Jawa berkembang selama berabad abad. Untuk pemakaian sekarang, peganglah daftar delapan bentuk di atas.

Fungsi aksara murda

Fungsi aksara jawa murda adalah menandai kata yang dihormati dalam tulisan. Kata yang dihormati itu mencakup nama orang, gelar, nama tempat, nama lembaga, dan istilah agung. Contohnya nama kota Surabaya ditulis dengan Sa murda, dan nama orang Bima ditulis dengan Ba murda. Ing basa Jawa, aksara murda gunane kanggo menehi tandha hormat marang jeneng lan istilah agung.

Fungsi ini mirip dengan fungsi huruf kapital dalam tulisan Latin, tetapi tidak sama persis. Huruf kapital Latin tersedia untuk semua huruf dan dipakai di awal kalimat. Aksara jawa murda hanya tersedia untuk delapan huruf dan tidak dipakai otomatis di awal kalimat. Perbedaan ini dibahas lengkap pada bagian perbandingan di bawah.

Asal usul singkat

Pada awalnya bentuk murda dikenal sebagai aksara Mahaprana, yaitu aksara dengan pengucapan berat dalam sistem artikulasi Sanskerta. Istilah murda mulai dipakai pada masa ejaan Sriwedari, dan dalam kamus Kawi Jarwa kata murda diberi arti kepala yang terdepan dan melebihi.

Pada masa itu fungsi aksara jawa murda masih terkait dengan penekanan ucapan dan unsur bahasa Sanskerta, dan posisinya tidak harus di awal kata. Pada era KBJ jumlahnya menyusut menjadi tujuh dan fungsinya berubah menjadi penanda nama gelar dan lembaga. Sejarah singkat ini menjelaskan mengapa beberapa sumber lama memakai murda dengan cara yang berbeda dari aturan sekarang.

Aturan penulisan aksara murda

Aturan aksara jawa murda bisa diringkas menjadi enam aturan. Aturan aksara murda ini berlaku untuk pemakaian sekarang menurut pedoman KBJ. Setiap aturan disertai alasan singkat supaya mudah diingat.

Satu kata satu murda

Dalam satu kata, paling banyak satu suku kata memakai bentuk murda. Aturan ini berlaku untuk penulisan menurut pedoman sekarang. Penulisan tradisional yang memakai murda pada semua suku kata sebuah nama agung dibahas sebagai varian pada bagian contoh di bawah.

Pindai dari suku kata pertama

Murda jatuh pada suku kata hidup pertama yang hurufnya punya bentuk murda. Pemindaian dimulai dari suku kata pertama dan berhenti begitu satu murda ditemukan. Suku kata sesudahnya ditulis dengan aksara biasa.

Murda tidak boleh menjadi sigeg

Sebuah aksara murda tidak boleh menjadi konsonan penutup suku kata. Bentuk murda tidak boleh diberi pangkon dan tidak boleh dimatikan. Jika suku kata yang punya bentuk murda ternyata tertutup, pemindaian lanjut ke suku kata berikutnya.

Murda boleh diberi sandhangan

Bentuk murda boleh diberi sandhangan aksara jawa pengubah vokal seperti suku dan cakra. Contohnya Ka murda bisa memakai suku menjadi ꦑꦸ dan Sa murda bisa memakai cakra pada gabungan tertentu. Sandhangan tidak membatalkan status murda dari suku kata itu.

Awal kalimat tidak otomatis memakai murda

Awal kalimat saja tidak cukup untuk memakai murda. Murda dipakai jika di dalam kalimat itu ada nama orang gelar tempat lembaga atau istilah agung. Kalimat biasa tanpa unsur tersebut ditulis dengan aksara biasa dari awal sampai akhir.

Tidak ada yang memenuhi syarat berarti tidak ada murda

Jika tidak ada satu pun suku kata hidup dalam sebuah kata yang hurufnya punya bentuk murda, kata itu ditulis tanpa murda sama sekali. Memaksakan murda pada kata seperti itu adalah kesalahan, bukan penghormatan.

Cara memindai kata

Cara memindai kata untuk aksara jawa murda mengikuti empat langkah. Langkah langkah ini dipakai untuk semua kata, baik nama orang maupun nama tempat. Latihlah langkah ini sampai terasa otomatis sebelum menghafal contoh.

  1. Pecah kata menjadi suku kata. Contohnya kata Jaka dipecah menjadi Ja dan Ka, sedangkan kata Rismaharini dipecah menjadi Ris Ma Ha Ri dan Ni.

  2. Periksa suku kata dari yang pertama. Tanyakan dua hal pada tiap suku kata, yaitu apakah suku kata itu hidup dan apakah hurufnya punya bentuk murda. Suku kata tertutup langsung dilewati karena murda tidak boleh menjadi sigeg.

  3. Berhenti pada murda pertama. Begitu satu suku kata memenuhi kedua syarat, tulislah suku kata itu dengan bentuk murda. Suku kata sesudahnya ditulis dengan aksara biasa, apa pun hurufnya.

  4. Terima hasil tanpa murda jika perlu. Jika pemindaian sampai suku kata terakhir tanpa menemukan satu pun yang memenuhi syarat, kata itu memang tidak memakai murda. Hasil tanpa murda adalah hasil yang benar.

ꦗꦑ

Jaka. Suku kata Ja tidak punya bentuk murda karena Ja bukan salah satu dari delapan huruf murda. Pemindaian lanjut ke Ka yang hidup dan punya bentuk murda, sehingga Ka ditulis ꦑ. Hasilnya kata Jaka dalam aksara jawa murda ditulis ꦗꦑ dengan murda di tengah kata, bukan di awal kata.

ꦫꦶꦱ꧀ꦩꦲꦟꦶ

Rismaharini. Suku kata Ris tertutup oleh s sehingga Sa yang mati itu tidak boleh menjadi murda. Suku kata Ma Ha dan Ri tidak punya bentuk murda karena Ma Ha dan Ra bukan huruf murda. Murda akhirnya jatuh pada suku kata terakhir Ni yang ditulis ꦟ.

ꦆꦤ꧀ꦢꦺꦴꦟꦺꦱꦶꦪ

Indonesia. Kata Indonesia adalah contoh aksara murda indonesia yang sering dipakai dalam latihan. Suku kata pertama In memakai Na yang mati karena diikuti pasangan Da, sehingga Na itu tidak boleh menjadi murda. Suku kata Do tidak punya bentuk murda, lalu murda jatuh pada Ne yang ditulis ꦟ.

Tabel aksara jawa murda berikut menunjukkan perubahan dari bentuk biasa ke bentuk murda huruf per huruf.

LatinBiasaHuruf yang berubahHasil murda
SurabayaꦱꦸꦫꦧꦪSa menjadi Sa murdaꦯꦸꦫꦧꦪ
JakaꦗꦏKa menjadi Ka murdaꦗꦑ
KartiniꦏꦂꦠꦶꦤꦶKa menjadi Ka murdaꦑꦂꦠꦶꦤꦶ

Hasil Surabaya dan Kartini bisa dibuat konverter dengan pilihan murda aktif, sedangkan hasil Jaka ditulis manual karena konverter hanya mengubah suku kata pertama tiap kata dan Ja tidak punya bentuk murda.

Contoh letak aksara jawa murda di tengah kata jaka pada suku kata ka Murda jatuh pada suku kata Ka JA tidak punya bentuk murda → KA dipakai bentuk murda ꦗꦑ

Kata Jaka ditulis dengan Ka murda pada suku kata kedua. Bentuk ini adalah bentuk pedoman dan ditulis manual, bukan hasil konverter.

Pasangan murda

Pasangan murda dalam aksara jawa murda adalah bentuk pasangan dari sebuah aksara murda. Istilah aksara murda pasangan dipakai untuk bentuk pasangan dari huruf murda. Pembahasan aksara murda dan pasangannya pada bagian ini memakai tabel pada bagian atas. Bentuk ini dipakai saat suku kata terhormat itu mengikuti konsonan mati di dalam satu kata yang sama. Contohnya dalam penulisan nama tempat yang menyatu, suku kata terhormat itu bisa jatuh setelah konsonan mati.

Dua pernyataan yang tampak bertentangan tentang pasangan murda sebenarnya sama sama benar dalam arti yang berbeda. Pernyataan pertama mengatakan bentuk murda tidak bisa diberi pasangan, dan itu benar dalam arti bentuk murda tidak boleh dimatikan. Tidak ada pangkon di bawah sebuah aksara murda dan tidak ada pasangan di bawahnya untuk menutup suku katanya.

Pernyataan kedua mengatakan aksara murda bisa menjadi pasangan, dan itu juga benar dalam arti yang berbeda. Sebuah aksara murda bisa muncul sebagai bentuk pasangan dari konsonan mati sebelumnya, seperti pasangan Na murda ꧀ꦟ dan pasangan Ka murda ꧀ꦑ pada tabel di atas. Jadi murda tidak boleh dimatikan, tetapi murda boleh muncul sebagai pasangan.

Untuk panduan lengkap tentang pasangan biasa dan letaknya, baca panduan pasangan aksara jawa di situs ini. Tabel pasangan murda pada halaman ini sudah cukup untuk kebutuhan menulis nama.

Murda dan huruf kapital Latin

Aksara jawa huruf besar sering disamakan dengan huruf kapital Latin, tetapi penyamaan itu hanya benar setengah. Perbandingan aksara jawa murda dengan huruf kapital Latin memperjelas batasnya. Aksara jawa kapital memang berfungsi sebagai huruf besar versi aksara Jawa, tetapi aturannya berbeda pada beberapa titik penting. Tabel berikut merangkum perbedaan itu.

AspekAksara jawa murdaHuruf kapital Latin
Huruf yang punya bentuk khususHanya 8 hurufSemua 26 huruf
Awal kalimatTidak otomatis memakai murdaHuruf pertama selalu kapital
Letak dalam kataBisa di awal atau tengah kataSelalu di awal kata
Fungsi utamaMenandai nama dan istilah agungMenandai nama dan awal kalimat
Jika tidak ada bentuknyaKata ditulis tanpa murdaBentuk kapital selalu tersedia
Jumlah dalam satu kataPaling banyak satu menurut pedomanSatu di awal kata nama

Huruf besar aksara jawa adalah sebutan lain untuk murda yang sering dipakai dalam pencarian. Huruf kapital aksara jawa juga dipakai sebagai sebutan yang sama. Aksara huruf besar hanya tersedia untuk delapan huruf, sehingga kalimat yang semua katanya memakai murda adalah mustahil menurut pedoman sekarang. Sebutan aksara kapital dipakai sebagai padanan singkat untuk murda. Frasa aksara jawa huruf kapital dipakai dalam pencarian dengan arti yang sama.

Murda swara dan rekan

Dalam aksara jawa murda, swara dan rekan adalah dua kelompok aksara yang berbeda dan tidak boleh dicampur. Hubungan aksara jawa aksara murda dengan swara dan rekan sering membingungkan pemula. Aksara swara adalah huruf vokal yang berdiri sendiri, yaitu a i u e dan o. Aksara rekan adalah huruf tambahan untuk bunyi serapan seperti kha dza fa za dan gha.

Murda berbeda dari keduanya karena murda bukan vokal dan bukan bunyi serapan. Perbedaan aksara murda dan aksara swara dibahas ringkas pada bagian ini. Murda adalah bentuk kehormatan dari delapan konsonan biasa. Panduan lengkap aksara swara sudah terbit sebagai halaman tersendiri, dan halaman ini hanya menjelaskan batasnya supaya tidak tertukar. Topik aksara jawa dan murda dipelajari bersama dalam pelajaran bahasa Jawa.

Contoh kata aksara murda

Contoh aksara jawa murda berikut dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama sudah diperiksa lewat konverter dengan pilihan murda aktif. Kelompok kedua adalah bentuk pedoman yang ditulis manual karena murdanya jatuh di tengah kata. Tuladha aksara murda pada tabel berikut memakai nama orang dan nama tempat, dan contoh aksara murda pada kelompok pertama berasal dari konverter.

LatinAksara dengan murda aktifKeterangan
SurabayaꦯꦸꦫꦧꦪSa murda di awal
SemarangꦯꦼꦩꦫꦁSa murda di awal
Bandungꦨꦤ꧀ꦢꦸꦁBa murda di awal
BaliꦨꦭꦶBa murda di awal
BimaꦨꦶꦩBa murda di awal
SariꦯꦫꦶSa murda di awal
KartiniꦑꦂꦠꦶꦤꦶKa murda di awal
SurakartaꦯꦸꦫꦏꦂꦠSa murda di awal
Ganjar Pranowoꦓꦤ꧀ꦗꦂ ꦦꦿꦤꦺꦴꦮꦺꦴGa murda dan Pa murda, satu pada tiap kata
Mas Bayuꦩꦱ꧀ ꦨꦪꦸMas tanpa murda, Bayu memakai Ba murda

Semua contoh aksara jawa murda pada kelompok pertama berasal dari konverter. Aksara murda ga muncul pada kata Ganjar Pranowo sebagai contoh yang baik. Ga murda jatuh di awal kata Ganjar, dan Pa murda jatuh di awal kata Pranowo. Pada frasa Mas Bayu, kata Mas tidak memakai murda karena Ma bukan huruf murda, sedangkan Bayu memakai Ba murda.

LatinBentuk pedoman manualKeterangan
JakaꦗꦑKa murda di tengah kata
Indonesiaꦆꦤ꧀ꦢꦺꦴꦟꦺꦱꦶꦪNa murda pada Ne
Rismahariniꦫꦶꦱ꧀ꦩꦲꦟꦶNa murda pada Ni terakhir
Pak Rakaꦥꦏ꧀ꦫꦑKa murda pada Raka

Dua kata berikut tidak memakai murda sama sekali, dan hasil itu sudah diperiksa lewat konverter. Kata Darmilah ditulis ꦢꦂꦩꦶꦭꦃ karena Da Ma dan La bukan huruf murda. Kata Rama ditulis ꦫꦩ karena Ra dan Ma juga bukan huruf murda.

Varian tradisional. Dalam penulisan tradisional, pemakaian murda pada dasarnya opsional dan tidak selalu konsisten. Nama Gani misalnya bisa ditulis tiga cara, yaitu tanpa murda ꦒꦤꦶ, dengan murda menurut pedoman ꦓꦤꦶ, dan seluruhnya murda ꦓꦟꦶ. Nama Pakubuwana dalam penulisan tradisional penuh ditulis ꦦꦑꦸꦨꦸꦮꦟ, sedangkan konverter hanya memberi murda pada suku kata pertama tiap kata. Untuk pemakaian sekarang, peganglah aturan satu murda per kata.

Ingin translate aksara jawa murda dari tulisan Latin?

Buka konverter aksara Jawa di halaman utama dan aktifkan pilihan murda, lalu tulis nama atau kata dalam huruf Latin. Untuk nama lengkap dan gelar, gunakan aksara jawa nama. Kueri aksara murda translate mengarah ke kebutuhan yang sama dengan translate aksara murda, yaitu mengubah tulisan Latin menjadi aksara.

Fitur translate aksara Jawa pada konverter ini mencakup pilihan murda. Konverter hanya mengubah suku kata pertama tiap kata menjadi murda, dan konverter tidak mengenal nama. Murda di tengah kata seperti pada Jaka dan Indonesia masih harus ditulis manual. Untuk kata seperti Magelang, periksa juga vokal e karena konverter memakai taling secara baku.

Buka Konverter Aksara Jawa

Kesalahan umum

Kesalahan umum dalam aksara jawa murda biasanya berasal dari penyamaan murda dengan huruf kapital Latin. Daftar berikut merangkum kesalahan yang terbukti muncul pada sumber lain, supaya pembaca tidak mengulanginya.

Memakai murda di setiap awal kalimat. Beberapa panduan umum menulis murda dipakai di awal kalimat atau awal paragraf. Aturan pedoman tidak seperti itu. Awal kalimat saja tidak cukup, harus ada nama gelar tempat lembaga atau istilah agung di dalam kalimat itu.

Mengira Ra murda adalah Ra biasa. Sebuah artikel perbandingan menulis Ra murda sama dengan Ra biasa ꦫ. Bentuk itu salah karena Ra biasa bukan bentuk murda. Bentuk Ra kehormatan dalam beberapa inventaris adalah ra agung ꦬ, yaitu huruf yang berbeda, bukan Ra biasa.

Mengira Sa murda adalah ꦰ. Artikel yang sama menulis Sa murda sebagai ꦰ. Bentuk itu adalah Sa Mahaprana, bukan Sa murda. Sa murda yang benar adalah ꦯ U+A9AF, sedangkan Sa Mahaprana berkode U+A9B0.

Mengira Ma Dha dan Ja punya bentuk murda. Sebuah panduan umum menulis bentuk murda untuk Ma Dha dan Ja. Ketiga huruf itu tidak punya bentuk murda sama sekali. Hanya delapan huruf pada tabel di atas yang punya bentuk murda.

Memakai murda pada kata biasa. Sebuah panduan literasi menulis kata Mangga dengan Ba murda. Mangga adalah kata biasa, bukan nama atau istilah agung, sehingga pemakaian murda di sana tidak tepat.

Label Latin dan aksara tidak cocok. Sebuah portal pendidikan memberi label Pak Andi tetapi aksaranya mengeja Pak Raka dengan Ka murda. Kesalahan seperti ini terjadi karena contoh tidak diperiksa glyph per glyph. Semua contoh pada halaman aksara jawa murda ini diperiksa lewat konverter atau bentuk pedoman.

Daftar pasangan murda yang salah. Sebuah situs pendidikan menulis daftar pasangan murda yang isinya justru aksara biasa, yaitu Na Ka Ta Sa Pa Nya Ga dan Ba dalam bentuk nglegena, bukan bentuk pasangan. Pasangan murda yang benar memakai pangkon di depan bentuk murda, seperti pada tabel di atas. Kesalahan ini menunjukkan pentingnya memeriksa contoh aksara jawa murda glyph per glyph.

Mengira rekan adalah teman murda. Sebuah deck materi sekolah menulis rekan adalah pasangan atau teman dari murda. Pernyataan itu keliru karena rekan adalah kelompok huruf tersendiri untuk bunyi serapan, dan tidak ada hubungan pasangan dengan murda.

Latihan menulis aksara jawa murda

Latihan menulis aksara jawa murda berikut menguji aturan pindai, bukan hafalan. Kerjakan tiap soal di kertas, lalu buka jawabannya untuk memeriksa. Soal terakhir menguji aturan awal kalimat yang paling sering salah.

  1. Tuliskan Surabaya dengan murda.

    Lihat jawaban

    Surabaya ditulis ꦯꦸꦫꦧꦪ dengan Sa murda di awal kata.

  2. Pada suku kata mana murda jatuh dalam kata Rismaharini?

    Lihat jawaban

    Murda jatuh pada suku kata terakhir Ni yang ditulis ꦟ, sehingga hasilnya ꦫꦶꦱ꧀ꦩꦲꦟꦶ.

  3. Kata Darmilah memakai murda atau tidak?

    Lihat jawaban

    Tidak memakai murda. Da Ma dan La bukan huruf murda, sehingga kata itu ditulis ꦢꦂꦩꦶꦭꦃ tanpa murda.

  4. Tuliskan Kartini dengan murda.

    Lihat jawaban

    Kartini ditulis ꦑꦂꦠꦶꦤꦶ dengan Ka murda di awal kata.

  5. Benarkah setiap awal kalimat memakai murda?

    Lihat jawaban

    Tidak benar. Awal kalimat saja tidak cukup. Murda hanya dipakai jika di dalam kalimat itu ada nama gelar tempat lembaga atau istilah agung.

Jawaban latihan aksara jawa murda di atas memakai aturan pindai dari bagian cara memindai.

FAQ

Pertanyaan yang sering diajukan tentang aksara jawa murda dirangkum di bawah. Jawaban di bawah sama persis dengan data terstruktur pada halaman ini.

Apa itu aksara jawa murda?

Aksara jawa murda adalah huruf khusus dalam tata tulis aksara Jawa yang berfungsi sebagai huruf kapital. Dalam bahasa Jawa, aksara murda disebut juga aksara sirah yang berarti kepala. Hanya delapan huruf yang memiliki bentuk murda, sehingga pemakaiannya tidak sama dengan huruf kapital Latin.

Berapa jumlah aksara murda?

Jumlah aksara murda yang diajarkan ada delapan, yaitu Na Ka Ta Sa Pa Nya Ga dan Ba. Pedoman KBJ memakai tujuh karena Nya sudah jarang dipakai. Ca murda hanya muncul dalam inventaris historis dan Unicode, bukan dalam pengajaran umum.

Apa itu pasangan murda?

Pasangan murda adalah bentuk pasangan dari sebuah aksara murda yang dipakai saat suku kata terhormat itu mengikuti konsonan mati di dalam satu kata yang sama. Bentuknya adalah pangkon diikuti aksara murda, misalnya pasangan Na murda ditulis ꧀ꦟ dan pasangan Ka murda ditulis ꧀ꦑ.

Apakah aksara murda sama dengan huruf kapital?

Tidak sama. Huruf kapital Latin tersedia untuk semua huruf dan dipakai di awal kalimat, sedangkan aksara jawa murda hanya tersedia untuk delapan huruf dan tidak dipakai otomatis di awal kalimat. Murda menandai nama gelar tempat lembaga dan istilah agung, bukan setiap awal kalimat.

Apakah awal kalimat harus memakai aksara murda?

Tidak. Awal kalimat saja tidak cukup untuk memakai murda. Murda dipakai jika di dalam kalimat itu ada nama orang gelar tempat lembaga atau istilah agung. Kalimat biasa tanpa unsur tersebut ditulis dengan aksara biasa.

Bagaimana cara menulis aksara murda?

Pecah kata menjadi suku kata, lalu pindai dari suku kata pertama. Pakai bentuk murda pada suku kata hidup pertama yang hurufnya punya bentuk murda, dan berhenti di satu murda untuk satu kata. Jika tidak ada suku kata yang memenuhi syarat, kata ditulis tanpa murda.

Apakah semua kata bisa ditulis dengan aksara murda?

Tidak. Kata hanya bisa memakai murda jika ada suku kata hidup yang hurufnya termasuk delapan huruf murda. Kata Darmilah dan Rama tidak memakai murda karena tidak ada suku katanya yang memenuhi syarat.

Bagaimana cara translate aksara jawa murda?

Buka konverter aksara Jawa di halaman utama dan aktifkan pilihan murda, lalu tulis nama atau kata dalam huruf Latin. Konverter akan mengubah suku kata pertama tiap kata menjadi bentuk murda jika hurufnya tersedia. Murda di tengah kata masih harus ditulis manual karena konverter tidak mengenal nama.

Penutup

Aksara jawa murda adalah kunci yang membuat nama dan istilah agung tertulis dengan hormat dalam aksara Jawa. Materi aksara murda pada halaman ini disusun untuk belajar mandiri dan untuk pelajaran sekolah. Kuasai satu aturan intinya, yaitu pindai dari suku kata pertama dan berhenti pada satu murda, lalu hafalkan delapan bentuknya lewat tabel di atas. Setelah itu, kesalahan yang tersisa biasanya hanya soal murda yang dipaksakan pada kata biasa atau awal kalimat, dan keduanya mudah diperiksa dengan membaca ulang.

Untuk gambaran menyeluruh tentang aksara dasar dan pasangannya, baca panduan aksara jawa lengkap. Untuk mencoba langsung, buka konverter aksara Jawa dan tulis nama pertama sendiri. Materi aksara jawa murda pada halaman ini disusun merujuk pada Tata Tulis Aksara Jawa hasil Kongres Aksara Jawa yang tersedia sebagai dokumen pedoman, dan bentuk aksara memakai blok Unicode yang terdokumentasi pada bagan Unicode aksara Jawa. Aturan penulisan juga merujuk pada Wewaton Bab 3. Varian tradisional pada bagian contoh dicatat dalam artikel aksara Jawa di Wikipedia, dan daftar tujuh pedoman didukung oleh media belajar Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2018.